INDRA Q; Kembali Garap Ilustrasi Musik Film

2 11 2014

Musisi kreatif yang pernah bergabung di Slank; Indra Qadarsih, mengaku sedang menikmati kembali kesibukannya menggarap ilustrasi musikINDRA !

untuk sebuah film. “Lagi bikin musik untuk film nih, Bro,” katanya saat dihubungi koresponden Pelita Indonesia via telpon seluler, tanpa menyebutkan film apa yang sedang ia garap. Menggarap ilustrasi musik film layar lebar, sebenarnya bukan hal yang baru bagi Indra. Putra pertama tokoh modelling sekaligus aktris film senior Titi Qadarsih ini, di tahun ’90-an juga sempat mengerjakan proyek serupa. “Waktu itu film silat. Judulnya Pendekar..apa? Gua sampe lupa,” ujarnya seraya tertawa saat disambangi di rumah ibunya di bilangan Patal Senayan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu. Dan sekarang, di tengah kesenggangan waktunya dengan kelompok BIP, Indra menerima lagi orderan ini. Kreatifitas Indra memang tak pernah berhenti, dengan atau tanpa BIP. Beberapa kali ia menjadi additional musician untuk band-band besar seperti Ungu, Kotak, dll, walaupun jarang sekali tampil lagi di layar kaca. Bahkan bersama rekan sejawatnya; Pay, (yang juga jebolan Slank), Indra memproduseri beberapa band yang cukup berhasil di pasaran. Sebut saja Kotak atau Pee Wee Gaskin. Tangan dingin Indra, seperti yang para penikmat musik ketahui, selalu menghasilkan sound dan tatanan aransemen yang ‘megah’. Dan semoga juga demikian di film yang sedang ia garap ini. (wawancara Iwan Prasetya dengan Indra Q, beberapa hari yang lalu)

foto dari URL https://www.google.com/search?q=Indra+Q&rlz=1C1ASUC_enID612&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=OSpWVPiULMahugTyjoLgCw&ved=0CCMQsAQ#facrc=_&imgdii=_&img

Iklan




Josephine Soegijanty alias JoJo Draven “eks gitaris The Iron Maidens ini Ternyata Wong Jowo!”

8 09 2014

Foto (http://www.blabbermouth.net/news/former-phantom-blue-guitarist-to-perform-with-blue-man-group/)Jojo Draven: Jojo dengan gitar Gibson Les Paul-nya  –>     .

 

Di tahun 1990, ada band Heavy Metal dari Los Angeles bernama Nosferatu. Albumnya,..duh, gua lupa judulnya. Personelnya, bule-bule, jelas gak usah diomongin. Tapi gitarisnya; Cahyo Wisanggeni dan sang vokalis; Agus Lasmono, merupakan orang Indonesia tulen. Iyalah, emang kalian pernah denger bule namanya Cahyo sama Agus?

Waktu gitaris cewek Jennifer Batten ngadain promo radio tour ke Indonesia tahun 1990, kebetulan saya nonton stage act-nya di Radio DMC FM, Jl Raden Saleh, Jakarta Selatan dan denger Jennifer bilang,”I have a student from Indonesia. His name is Cahyo, and now he’s playing for Nosferatu”  Waduh, bangga juga kita orang Indonesia. Saat itu, betapa sulitnya ngenalin Indonesia (kecuali Bali) di mata dunia. Anang (Hermansyah), –waktu itu nggondrong & nggembel–yang sekarang jadi penyanyi kaya di Indonesia, jejingkrakan dapat tandatangannya Jennifer Batten. O ya, kaosnya sampai lusuh, diperlihatkan ke saya sekitar 6 bulan kemudian. Norak ya? he he…

Kalo Cahyo merupakan murid dari gitaris wanita berambut jabrik putih yang jadi gitaris utama band pengiring (alm) Michael Jackson dan dosen di satu institut musik itu, sekarang di era 2000 ke atas ini, lagi-lagi orang Indonesia jadi murid musisi tingkat dunia. Josephine Soegijanty, perempuan asli Surabaya, Jawa Timur merupakan siswi klas gitar murid langsung dari gitaris salah satu band beraliran Thrash Metal terkenal, Testament, yaitu Alex Scolnick.

Jauh sebelumnya, Josephine atau yang akrab dipanggil Jojo, waktu masih di tanah air, belajar piano musik Klasik sebagai basic. Capek main musik klasik, Jojo pindah haluan secara frontal. Ia belajar main gitar dengan aliran Rock! Hingga ia kuliah di Musicians Institute, Hollywood, dan akhirnya jadi murid Alex.

 

Semasa masih bergabung dengan The Iron Maidens. Lihat  wajahnya yang ‘nJawani’ banget di antara Maidens yang lain. (foto sumber:http://www.horror-asylum.com/interview/jojodraven/interview.asp)

JOJO DRAVEN2

———->

 

Di tahun 1996, Jojo menggawangi grup Phantom Blue sebagai gitaris utama. Hingga tahun 2001, ia bergabung di The Iron Maidens dengan nama alias “Adrienne Smith”. Versi plesetan cewek dari Adrian Smith, salah satu gitaris asli Iron Maiden.

Dari sinilah nama Jojo terangkat dan menjadi salah satu musisi cewek yang

banyak disorot media sana. Bisa jadi tampangnya yang khas Indonesia itu ya? Tapi yang jelas, berguru dengan gitaris kelas wahid kayak Alex Scolnick pasti beda kalau berguru dengan Gayus Tambunan…(He he he..Kalau yang ini sih malah diajarin ngemplang pajak..). Artinya, kualitas main gitar Jojo so pasti di atas standar, Ciiinn..Buktinya waktu di Phantom Blue sama di The Iron Maidens, ia nyabet gelar sebagai Gitaris Wanita Terbaik (Best Female Guitarist) di ajang Rock City Awards, selama tiga kali berturut-turut!

Sayang, Jojo akhirnya mengundurkan diri di tahun 2005 lantaran ia memilih menekuni karir sebagai penata musik film. Di profesi barunya ini pun, karir Jojo lumayan cucook, ‘bo! Meski kebanyakan jobnya ya dapat dari sang suami yang sutradara & produser; Danny Draven (Nama Draven sendiri disandang setelah ia married dengan Danny).

Tapi sebenarnya, kiprah Jojo sebagai original score musik film sudah ia coba di tahun 2001, di mana ia menggarap film bioskop Hell Asylum. Sementara karyanya yang lain, ada di film independent label seperti Witches of Carribean (2005) & Ghost Month (2008).   Wah, wah, ngeliat reputasinya yang kayak gini, alamat nggak bakalan balik ke Indonesia ya Jo?   Yo wis, ngko ta’ susul kon!…. iwan p (dari berbagai sumber)