ROCKER’S TEARS

2 01 2014

Reportafiksi: Iwan “Resa” Prasetya

rockermanggungTembang cadas milik God Bless; Maret 1989 sebagai lagu pembuka, diiringi letupan kembang api di kanan kiri panggung permanen gedung auditorium kampus ini, sontak seketika meledakkan histeria penonton. Sebuah gerbang besar dimensi waktu ke masa lalu pun seolah terbentang, mengajak mereka untuk masuk ke dalamnya.
Di atas panggung, grup band beraliran rock; Bad Boyz, yang tengah melantunkan lagu legendaris itu, seolah menunjukkan kalau grup yang pernah eksis di Salatiga, Jawa Tengah, tahun 1990-1991 tersebut (khususnya di kalangan sekolah & kampus) masih mempunyai energi rock yang kuat, sekuat saat mereka ABG/ remaja dulu. Dan bermain di hadapan sekitar 700-an penonton yang sebagian besar tumbuh pada era itu, tentu mendatangkan nuansa kenikmatan tersendiri. Headbanging. serta screaming penonton dilengkapi acungan tiga jari, menjadi tanda bahwa antara mereka yang menonton dengan kelima personel Bad Boyz di atas panggung, adalah sebuah senyawa.
Setelah komunikasi pendek dari sang vokalis, Wawan, kepada penonton yang hampir semuanya merupakan eks mahasiswa universitas angkatan ’88 s/d ’98, lagu balada legendaris dari White Lion; You’re All I Need pun terlantun. Di lagu kedua ini, semua penonton melambaikan tangan & bernyanyi bersama. Bahkan beberapa di antaranya berpelukan, mengingat masa lalu kala lagu ini sedang meledak menjadi radio hits di mana-mana.
“Di masa itu, berkali-kali saya harus dengarkan lagu ini sebelum tidur. Sayangnya, cewek yang saya ingin nyanyikan lagu ini tak hanya satu. Bukan lantaran saya playboy atau laris, tapi justru karena sering ditolak,” canda Wawan di awal/ intro lagu.
Kedua lagu tadi, kata Wawan,, merupakan repertoar yang mereka mainkan di sebuah acara pentas musik perayaan kemerdekaan. “Dan di situ, pertama kali pergantian formasi Bad Boys terjadi. Saya yang tadinya vokal, pindah nge-bas. Dan mas Wawan masuk menggantikan posisi saya.” kata Wisnu, pemain bas..
Lagu keempat, mereka memainkan lagu milik Nicky Astria yang mereka buat dalam versi ‘jantan’; Jarum Neraka. Mungkin karena latihan yang terbatas, membuat mereka tak merubah aransemennya, kecuali permainan gitar Hendra yang lebih terasa ke Eet Syahranie, ketimbang versi aslinya yang dimainkan Ian Antono.
Pada lagu kelima, Wawan mempersilakan Wisnu bertindak sebagai penyanyi di lagu Lady, milik Stryper. Wawan ganti bertindak sebagai backing vocal, seraya minum air mineral botol dan merokok. Dan di lagu terakhir, I Remember You, Bad Boyz menghadirkan musisi kampus rekan mereka dulu, Iwan Sadewo alias Hung-Hung.
Sesudah canda-candaan di atas panggung, mereka tampil dalam formasi sedikit berbeda. Mike, sang keyboardist, bermain gitar akustik, pemain drum; Dicky menjadi vokal latar, dan drum dipegang Iwan Sadewa. Sedikit mendemonstrasikan permainan drumnya yang kental berbasic rock, Iwan Sadewo seolah ingin memperlihatkan bahwa dalam komunitas rock yang berkesan sangar, ada juga ‘kaum mata sipit’ seperti dirinya yang juga mampu bermain gahar.
Lagu pamungkas ini, dinyanyikan dengan emosi romantika penuh. Sampai-sampai, semua pemain & penonton yang bernyanyi, tak sedikit yang meneteskan air mata. Terutama ketika lagu tersebut berakhir dalam genjrengan gitar akustik Mike. Wawan, Iwan Sadewo, Mike, Wisnu, Hendra & Dicky berpelukan mengharukan di atas panggung, membuat beberapa pnonton trenyuh. Sesaat tak ada bunyi apapun, hening dalam keharuan mencekam.
“Dua puluh tahun lebih kita berpisah, sekarang reunion, dan nggak tahu lagi kabarnya nanti. Tapi yang pasti, Bad Boyz ada, pernah dan selamanya di hati saya. Bad Boyz adalah band pertama yang mengajarkan pada saya tentang persaudaraan dalam segala perbedaan.. Jauh sebelum kampanye persaudaraan digencarkan di TV untuk menjaga NKRI. Thanks, brothers..I’ll remember you, forever..Dan terima kasih pada panitia reuni alumnus universitas ini dasawarsa 88-98, berkat kalian juga kami bisa kembali berada di sini walau hanya kali ini,” tutur Wawan sambil berusaha tetap tersenyum, walau nada suaranya memperlihatkan keharuan teramat dalam.
Turun dari panggung diiringi tepuk tangan meriah penonton, yang kemudian menyalami atau merangkul mereka, membuat mereka berenam akhirnya memang urung meninggalkan auditorium gedung universitas. Mereka memilih untuk menyimak pula penampilan kawan-kawan dari band lain, yang juga tampil cukup memukau, seperti Blue Candle yang banyak membawakan lagu-lagu Roxette maupun Sinead O’Connor, maupun Synthesa X yang berkiblat ke Scorpions.
Selesai acara, baru mereka jalan-jalan. Jalan betulan, yaitu jalan kaki tak memakai mobil atau angkutan umum. Mengenang lagi masa-masa dulu, menyusuri Pasar Kota, menyusuri kenangan yang masih lekat dalam ingatan….**

(Memory of my neverending campus; Univ Kristen Satya Wacana, Salatiga, 1991, my band BAD BOYZ (me/ Iwan P-vocal, Michael Andrew (Mike)-keyboard, back up vocal, Dicky-drum, Hendra Tan-guitar, Wisnu-bass, vocal II) “I Remember You, when we played this song accoustically in campus cafeteria”, Frans Julius Sihasale, Julius J Lopulissa, Iwan Sadewo (A-Hung), Ari Kacamata, Lukas ‘Ryan Hidayat’, Monica Oey & Niniek Retno “Metal-Girls/ Sebastian Bach Lovers”, sweet angels Elizabeth Jordann, Lina Lie Niang, Anne Hardjani Lugito & Gerda Monica Gullo dll…: ”I’m so sorry, I’m so regret to left you all at that time…! But you’re still in my mind forever, I’ll Remember You!”)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: