BEKERJA (SAMPINGAN) UNTUK ALLAH

31 08 2013

logo AllahKata orang, life’s begin at fourty. Hidup (sesungguhnya) bermula dari usia 40 tahun. Dan sekarang, mau nggak mau, saya udah bukan anak muda lagi.Tapi kalo pria muda, mungkin masih iya..ha ha.. Ya, seenggak-enggaknya memang harus ada yang berubah, entah di sisi mana dulu. Yang jelas, menuju hal yang positiflah.
Secara nggak sengaja, pas lagi merenung, kepikir juga kalo selama ini saya selalu penginnya kerja, dapat gaji yang gedhe. Ya, wajar sih. Siapa yang pengin ‘gitu? Paris Hilton yang dari lahir sudah jadi orang tajir aja masih ngembangin bisnis sendiri. Masih nyari tambahan buat pundi-pundi hartanya. Padahal kurang apa? Apalagi kok saya yang hidupnya sederhana. Jelas; nggak ada alasan buat stagnan. Saya pun jadi berpikir mencari jalur lain selain usaha yang saya tekuni di bisnis media cetak (lokal, kecil-kecilan lagi..)
Tiba-tiba, sebuah ide terlintas. Bukan ide murni sebenarnya, karena saya pernah membaca bahwa bekerja untuk Allah SWT, maka Allah akan memberi kita ‘gaji’ yang tiada ternilai besarnya. Tentu dalam pengertian bukan seperti kita bekerja dalam sebuah lembaga, di mana digaji rutin per bulan, tepat tanggal sekian sekian sekian. Konsep ini tentu harus dijabarkan lebih luas, filosofis dan mungkin sedikit sufis. Tapi saya mencoba melaksanakan dalam batasan yang sebatas pemahaman saya saja. Yaitu, “Ya udah aja, do it as soon as possible”. Kerjakan sesegera mungkin. Bukan udah minta duit, minta sun sama sambel.!
Intinya; saya juga ingin bekerja untuk Tuhan, Allah. Dan biar Dia yang menggaji saya, karena toh Dia Maha Kaya, Maha Punya..Kalau manusia punya standar gaji, Tuhan apalagi. Tentu jauh lebih gede nilainya. Tapi jangan terjebak ke nilai materialnya dong, Bos… Let’s God watch us, how we work. Jadi, bekerja sajalah untuk Dia tanpa repot mikir sallary nya, wong Dia Maha Mengerti berapa yang layak untuk kerjaan kita.
Pertanyaannya; kerja apa? Sebagai ustad, penceramah atau pengajar agama saya jelas nggak bisa. Baca huruf Hijaiyyah aja masih payah. Ikut Ponpes ya nggak pernah, ikut majelis dulu malah sering absen ditinggal main ke TimeZone,..aduhh..Akhirnya, ya udahlah…. Saya akan bekerja untuk Dia dalam kapasitas saya sebagai penulis, pewara atau penyebar informasi, menyampaikan risalah pesan-pesan agama dalam kemasan yang saya bisa. Kemasan yang catchy ajalah, supaya saya dan yang baca tulisan saya nggak mumet. (Lagian memang ilmu agama saya dangkal!)
Misinya adalah menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam agama, supaya setidaknya orang ngeliat, ngebaca, ..Syukur-syukur ngerti atau memahami. Walaupun hanya satu kalimat atau malah kata. Bukankah “Sampaikanlah walau satu ayat saja?”
Saya memilih menjadi Public Relation (PR), humas, buat Tuhan. Kebetulan dulu juga pernah sih ngimpi jadi seorang PR. Keren juga kayaknya. PR ‘kan merepresentasikan isntitusi di mana dia bekerja. Seorang PR hotel berbintang, tentu dia akan bersikap dan bertutur seelegan mungkin untuk memberikan citra bagaimana hotel tempat dia bekerja. Cuma sayang, sekarang istilah “PR” atau “Purel”, punya konotasi cenderung miring, sehubungan di pub atau klab malam pun memakai istilah ini buat cewek-ceweknya, yang kerjanya nememin tamu.
Menjadi PR Allah. He’s my biggest Boss. Tentunya saya harus menggambarkan nilaiNya sebaik mungkin, walaupun memang Dia adalah sumber segala kebaikan. Dan lewat postingan ini saya mencoba untuk memulai job saya. Misi saya di sini, sekarang, sederhana saja. Nyampein ke lu, kamu, ente, sampeyan, Anda,….mas and mbak bro rahimatulullah….ini lho, job sampingan saya sekarang, yang orientasinya (nyoba) nggak sebatas duniawi lagi. Kalo boleh sih mau ngajak rekan blogger sekalian; yuk kita luangkan waktu lagi, meski sedikit, untuk berbuat lebih bagi Tuhan.
logo Allah

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: