I’M SO MISSING DREAMLOVERS!!!!

11 07 2012

Penampilanku bareng Gunung (keyboard, vocal), Nita (vocal), Bayu (bass, backing vocal), Didiet (guitar) plus additional player; Anto (drum) di Kafe Kevi, Plasa Simpang Lima Lt. Dasar, Semarang, Juni 2000, barangkali adalah kenangan manis terakhirku bersama Dreamlovers Band. Di momen itu, kami membawakan Elang, Risalah Hati, Love Hurts, What’s Up, Cinta ‘kan Membawamu Kembali, My Love, Roman Picisan, Restoe Boemi, dan beberapa lagu lain yang dapat respon hangat dari pengunjung, yang kebetulan memenuhi kafe tsb.

Sebenarnya, Didiet & Bayu bukan personel asli Dreamlovers. Mereka pernah ngeband bareng aku di A-Mild Live Music Festival, GOR Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, 1999 dan kebetulan nyabet gelar Juara Harapan I pakai bendera Butterfly Band. Tapi aku sayang banget ama mereka, seperti juga aku nyayangin Gunung yang dalam kehidupan pibadiku is like my real brother. Dan aku pengin nyatuin mereka yang aku sayangi ini (plus kemudian ada Anita alias Nita dan Anto yang daruratnggantiin posisi Faisal ‘Butterfly’) di Dreamlovers. Meski cuma sekali, paling nggak usaha gua berhasil’kan?

Dreamlovers sendiri boleh dibilang band obsesi gua sejak SMA (sori, taon berapa lu kagak usah tahu! Gua minder ketauan tua!). Gua nediriin band ini sama sohib gua; Agung dengan kiblat musik heavy metal/ hard rock, maenin lagu-lagunya Scorpions, Twisted Sister, Deep Purple, God Bless dll. Sayang, vokal gua dinilai kurang garang & tinggi –waktu itu- hingga kemudian lewat proses berkali-kali ganti formasi, gua ngerubah style musik ke Top 40 (Top Fourty) supaya bisa ‘ngamen’ dan luwes ke sasaran telinga yang lebih luas.

Ganti format ini rupanya sedikit bawa hoki. Dari panggung-panggung kecil, formasi ke-lima (kalo nggak salah inget) Dreamlovers dapat kesempatan manggung di acara Graha Sunday Music Festival, Hotel Graha Santika, Semarang, 1993. Mainnya nggak nge-rock total lagi,lantaran juga bawain lagu dengan berbagai corak, kayak blues rock (Still Got The Blues-Gary Moore), reggae (Cant Help Falling In Love-UB 40) sampai dangdut yang kami aransir sendiri; Tidak Semua Laki-laki.

            Jujur, obsesi terbesar gua adalah rekaman bawa bendera Dreamlovers. Bahkan kita ngelobi seorang produser di Semarang, Mas Harris yang baru aja nyupport Mas Didi Kempot lewat lagu Tanjung Mas. Waktu kita ‘nyerbu’ studionya, Harrica Record, Mas Harris sih nggak janjiin pasti nerima 100%, dia hanya nyaranin anti beberapa komposisi nada dengan nada yang lebih familiar dan stok lagu ditambah. Yang jelas, gua ngerasa ada kans buat Dreamlovers maju. Gua, Gunung, Nita, Didiet, Bayu & Billy (teman lama tapi baru gabung) bisa jadi satu one happy family. Sebab kami emang sudah satu hati, tertawa, menangis dan pernah juga berantem –kecil-kecilan sih- bersama. Five brothers & a sister di situ. Soal popularitas, kayaknya bukan hal yang utama jadi pikiran kita berenam. Tapi lebih ‘gimana kita bisa bareng, atas nama persaudaraan, cinta kasih dan punya pendapatan dari sebuah dunia yang kita cintai.

Tapi, seperti kata orang; “Manusia boleh bercita-cita dan berupaya, tapi  Tuhanlah Yang Maha Punya Kuasa”. Jalan setapak yang kurintis, buyar, luluh lantak, sirna, atau kata-kata sastra apalagi terserah kalian deh. Kupikir dengan married di usia relatif muda –waktu kemarin-, aku bisa kembali ke Semarang, meneruskan langkah itu lagi. Nyatanya aku justru terseret ke pusaran sebuah dunia yang sangat tidak bisa kuterima dengan segenap jiwaku, sampai saat ini. Lingkungan yang sangat konservatif, pola pikir orang-oang yang sempit, dll yang harus jadi ‘santapan’ku dan gilanya kadang aku harus nurutin pusaran itu agar tak dianggap ‘aneh’.

Sudahlah, apa yang sudah terjadi dan ada di hidupku nggak perlu disesali. Hanya saja, aku sering meminta pada Allah, agar sekiranya aku bisa bertemu lagi dengan Gunung, Nita, Didiet, Bayu & Billy. Bersama kembali di atas satu panggung. Walaupun mungkin nggak ada peluang lagi buat ngelangkah ke proses rekaman mayor label. Indie label juga nggak apa. Bagiku, mimpi yang pernah berkeping ini belum usai. Bagiku, Dreamlovers adalah rumahku, keluargaku, bagian dari hidupku selama aku masih dapat menyanyikan nada-nada dari sebuah lagu…***

 

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: